Transformasi Media Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19
Oleh : Sri
Wulandari,S.Pd, Penulis adalah Tenaga Pendidik MIN 2 Kutai Kartanegara
PENDIDIKAN merupakan salah satu sektor yang ikut merasakan dampak dari Pandemi Covid-19. Kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan meskipun peserta didik berada didalam rumah. Pendidik dituntut dapat mendesain sedemikian rupa berbagai macam media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai motivasi dan inovasi dengan memanfaatkan media pembelajaran daring (online).
Pembelajaran daring dilakukan dengan
menggunakan perangkat personal computer (PC), Laptop atau handphone (Hp) yang
terhubung dengan jaringan internet. Pendidik dapat melakukan pembelajaran
dengan menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), Instagram,
classroom, teams, aplikasi zoom atau media lainnya sebagai media dalam
pembelajaran. Dalam hal ini peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dalam
waktu yang bersamaan meskipun berada di tempat yang berbeda dan pendidik
memberikan penugasan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan
kepada peserta didik.
Di masa pandemi Covid-19 ini, bidang
pendidikan mengalami perubahan yang sangat luar biasa. Seluruh jenjang
pendidikan mau tidak mau harus bertransformasi untuk beradaptasi melakukan
pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah melalui media daring (online).
Hal ini tentu tidaklah mudah, karena belum
siap sepenuhnya. Berbagai macam aplikasi media pembelajaran sudah tersedia,
baik pemerintah maupun swasta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan
Surat Edaran Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatn Rumah Belajar. Sedangkan pihak
swasta banyak menyuguhkan berbagai bimbingan belajar online seperti Kahoot,
Ruang guru, Klassku, Zenius, dan lainnya.
Berbagai macam akses tersebut memiliki tujuan
yang sama yaitu untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan
kualitas sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan pendidikan merupakan tolak
ukur dari keberhasilan pembangunan suatu negara. Dengan pendidikan yang penuh
inovasi, maka terlahirlah generasi penerus bangsa yang cerdas, terampil, intelektual
maupun emosional dan mandiri guna mencapai pembangunan bangsa. Akan tetapi
muncul polemik dimasyarakat pada metamorfosa dimasa pandemi ini.
Hal tersebut sangatlah berat bagi pendidik
dan peserta didik. Para pendidik dituntut untuk kreatif dalam penyampaian
materi melalui media daring (online), hal ini disesuaikan dengan jenjang
pendidikan yang diampunya. Dampak lain yang dirasa adalah timbulnya tekanan
fisik maupun psikis (mental). Agar menghasilkan pembelajaran yang berkualitas,
maka Penerapan media pembelajaran daring harus dalam pola pikir yang positif.
Dengan pembelajaran media daring orang tua dapat mendampingi anak saat belajar
dirumah selain itu orang tua sebagai role model saat menghadapi perubahan
sikap.
Dimasa pandemi covid-19 ini dapat dijadikan
sebagai peluang dalam dunia pendidikan, baik orang tua sebagai mentor, maupun
dalam teknologi. Pasca pandemi covid-19 ini diharapkan kita menjadi terbiasa
dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam dunia pendidikan.
Masa pandemi covid-19 adalah tantangan berat
bagi pendidik dan orang tua. Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan media
pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring (online) ini. Terutama orang tua
yang work from home (WFH), harus tetap mendampingi anak belajar dari rumah,
khususnya anaknya yang masih usia dini.
Bagi guru sekolah PAUD/TK, dituntut sesuatu yang dapat menyenangkan dengan krativitasnya. Dengan penggunaan video, voice note, dan Youtube dapat dijadikan sebagai media dalam pembelajaran. Akan tetapi masih dibutuhkan pendampingan penuh dari orang tua.
Media-media tersebut
digunakan di Sekolah Dasar (SD) yang ditambah dengan penggunaan aplikasi Zoom.
Hal ini tidaklah mudah bagi anak tingkat dasar karena belum bisa
mengoperasikannya secara mandiri, sedangkan di tingkat Sekolah menengah dan
Perguruan Tinggi, hanya membutuhkan inovasi dan motivasi dari pendidik agar
peserta didik tidak jenuh dan dapat menggunakan internet dengan cerdas, tanpa
menghilangkan tujuan capaian pembelajaran.
Pelaksanaan Program Belajar dari rumah merupakan program kelanjutan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menyediakan sarana untuk para siswa/i tingkat TK/PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Program ini mulai
tayang di TVRI sejak 13 April 2020, dimulai pukul 08.00 pagi. Kemdikbud
menyelenggarakan program Belajar dari rumah di TVRI ini guna membantu
terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19.
Khususnya dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses
internet baik secara ekonomi, sosial maupun letak geografis.(*)